Jangan batasi kesempatanmu

Saat paling tidak menyenangkan apabila harus berpisah dengan teman, termasuk teman-teman kerja yang sudah bertahun-tahun bersama-sama dan hampir tiap hari bertemu. Walaupun pernah terjadi sedikit gesekan tetap terasa tidak menyenangkan waktu mengucapkan kata perpisahan.

Mungkin beberapa diantara kita pernah mengalaminya, tapi buat saya yang paling tidak menyenangkan adalah saat harus menjawab pertanyaan yang sama berulang-ulang, pertanyaan mengenai alasan kepindahan saya ke tempat baru. Hampir setiap orang yang saya temui mengajukan pertanyaan serupa, tentu bila saya jawab alasan sebenarnya akan berpanjang lebar dan terpaksa harus mengutip beberapa teori sehingga bakalan menjurus menjadi perdebatan (hehehe…gak segitunya juga sih, lebay dikit gak papa lah).

Tapi itu belum seberapa dibanding dengan dengan mendengar pernyataan, ya pernyataan bukan pertanyaan, dari beberapa orang yang -maaf- kebetulan punya strata pendidikan lebih rendah dari saya. Biasanya mereka berkomentar: “Bapak sih enak punya ijazah pendidikan yang tinggi jadi bisa gampang cari kerjaan baru, beda dengan kita-kita yang cuma lulusan SMA/STM”.

Haduh…mas mas, komentar sampeyan itu bikin hati saya miris, kok ya tega-teganya membatasi diri dengan pandangan seperti itu.

Saya cuma bisa menjawab “Harusnya itu bukan halangan buat sampeyan berusaha maju”.

Dengan mengingat beberapa pengalaman setelah bertahun-tahun terjun di dunia persilatan kerja, saya berkesimpulan bahwa cuma beberapa persen dari ilmu yang saya dapat di bangku kuliah yang bisa saya terapkan di dunia kerja, sedikit sekali bahkan tidak mencapai dobel digit persentasenya. Juga berapa persenkah orang yang bekerja sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya? Saya tidak tahu sudah ada atau belum survei mengenai hal itu. Itu tadi adalah pandangan saya yang berlatarbelakang ilmu sosial, mungkin lain halnya dengan teman-teman dari ilmu eksak dan kedokteran.

Kembali ke komentar rekan saya di atas, dengan punya pandangan seperti itu dimana kesempatannya terbatasi dengan jenis ijazah yang dia punya seperti menanamkan persepsi kepada dirinya sendiri bahwa kehidupannya tidak bisa lebih baik dari yang sekarang dijalaninya. Dan itu kejam menurut saya! Apakah orang dengan tingkat pendidikan terbatas tidak bisa sukses? Mungkin keterbatasan itu bukan karena kemauan mereka tapi karena keterbatasan dari orang tua mereka secara ekonomi.

Pengembangan diri bisa dilakukan terus menerus tidak terbatas oleh pendidikan formal dan waktu, banyak contoh di dunia dimana orang yang punya pendidikan formal terbataspun bisa sukses melebihi orang-orang dengan pendidikan yang tinggi. Banyak orang-orang sukses yang tidak membatasi diri mereka sendiri dengan pandangan dan persepsi yang sempit. Seandainya memang kesempatan di dunia kerja formal (pabrik/kantor) mengapa tidak mencoba mengembangkan diri untuk mencoba berwiraswasta misalnya?

Intinya adalah sangat sangat tidak menyenangkan buat saya mendengar orang menanamkan persepsi negatif kepada dirinya sendiri, membatasi diri sendiri dengan pandangan-pandangan yang sempit dan yang lebih parah lagi adalah pasrah menerima nasib. Semoga suatu saat saya berkesempatan berbagi pengalaman dengan mereka.

Disclaimer:

Tulisan jauh dari sempurna, maka bantulah saya untuk menjadi lebih baik dengan menuliskan saran, pendapat dan kritik terhadap tulisan dan pendapat saya di kotak komentar di bawah. Terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Jangan batasi kesempatanmu

  1. bener-bener banget, serba susah emang, mo cari pekerjaan pertama suahnya adalah, mo usaha kepentok modal, mo cari kerja biasanya diutamakan yang pengalaman, meskipun sebenarnya usaha juga tidak selalu membutuhkan modal besar juga, ah belajar emang tidak hanya disekolah formal, membaca blog ini juga termasuk belajar :p

  2. tulisan yg sangat luar bisa…..
    Dr dulu sy menanamkan prinsip pada diri sendiri dan team atau kawan “If we wanna be a Manager/Leader then we have to act like Manager/Leader!” walopun sekarang kita masih jd staf/bawahan dll… ACT in here is not only the appearance, but the most important are knowledge, attitude, communication skill etc… berusaha menuju pada proses Kepatut-pantasan! Imagine it…. and It’s Possible!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s