Tersenyumlah Nak

Ketika terjebak kemacetan jalan di pagi hari dalam perjalanan menuju kantor, saya bisa melihat puluhan kendaraan didepan saya, berjubel dalam satu wadah, motor, mobil, angkutan kota dan bis kota, pemandangan ini hampir selalu terlihat di pagi hari. Dan saya hampir selalu berada dalam keadaan seperti ini.

Saya ingat ketika ada teman yang bilang, bahwa dia harus berangkat jam 5 pagi agar sampai kantornya tidak terlambat. Begitu juga dengan kebanyakan teman-teman sekantornya. Saya bersukur bahwa kantor saya tidak sejauh dia, dan itu berarti saya masih punya waktu untuk membangunkan anak saya dan membopongnya ke kamar mandi, melepaskan piama kecil yang sealu berbau khasnya setiap pagi, sementara dia hanya tersenyum sambil menunjukkan giginya.

Saya tersenyum mengingat jagoan kecil saya itu, Saya tidak akan mengeluh, meskipun setiap pagi harus merasakan keadaan seperti pagi itu, saya tidak akan mengeluh, Sepintas saya membayangkan jagoan kecil saya mengenakan toga dan mengangkat ijasahnya sambil tersenyum menatap saya. Hemmm… Tersenyumlah anakku, tersenyumlah jagoan kecilku. Kamulah passion ayah, senyummulah yang membuat ayah memiliki kekuatan berlipat-lipat dan kesabaran berlipat-lipat untuk mengarungi kehidupan ini. Tumbuhlah, besarlah, jangan lupa ibadah ya sayang, doakan ayah dan ibumu agar bisa membantumu untuk mengarungi kehidupan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s