Motivasi, Re-motivation, Over-motivated

Pernah merasakan “titik terendah” pada suatu hari anda? dimana seakan apa yang anda kerjakan hanya sekedar demi membuang waktu, tanpa semangat, tanpa motivasi, tanpa tujuan.

Seperti seorang pejalan kaki yang mengayunkan kaki tanpa tujuan dan hanya melangkah secara otomatis, sedang punggung serasa mau patah menahan beban ransel yang setiap detik semakin berasa berat dan semakin berat.

Titik terendah semangat/motivasi suatu saat pasti akan dialami setiap orang dengan masing-masing penyebab dan permasalahan, apa yang harus dilakukan?

Seperti pada saat tubuh kita berasa lapar kita membutuhkan makanan untuk menghilangkan rasa lapar, demikian juga dengan motivasi pada suatu saat butuh di ‘charge‘ ulang agar penuh kembali. Di mana harus mencari ‘charger’-nya? Kembali ke contoh makan tadi, setiap orang pasti punya selera dan tempat makan favorit masing-masing, ada yang suka nasi uduk ada pula yang suka nasi padang. Sementara orang memilih warung kaki lima sebagian lagi pilih restoran bintang lima.

Setiap orang punya tempat dan cara masing-masing untuk memulihkan motivasinya, beberapa membutuhkan orang lain seperti membaca buku motivasi atau mendengarkan para motivator berbicara untuk memompa kembali motivasinya. Ada yang cukup merenung dan menggali motivasi dari diri sendiri atau lingkungannya. Kebiasaan setiap orang tidak bisa dipaksakan untuk orang lain karena belum tentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Ada yang merasa perlu mengeluarkan uang untuk mendengarkan seorang motivator terkenal berbicara ada yang cukup dengan memandang foto anak tercinta.

Yang menjadi masalah di sini adalah apabila kita sebenarnya tidak perlu-perlu banget untuk nge-charge motivasi tapi tetap mencari karena sudah kebiasaan atau disuguhkan di depan mata. Seperti kalau ember yang sudah penuh dengan air tapi tetap diisi terus, pada suatu titik akan luber juga. Motivasi yang tidak pernah dipakai tapi terus diisi akan meluberi diri sendiri, bila diteruskan bisa-bisa malah menggerus semangat yang sebenarnya masih cukup. Sayang ilmu psikologi saya nol, kosong jadi nggak bisa ngomong secara teori sekalipun, hanya bisa menulis sebatas yang pernah dirasakan.

Advertisements

One thought on “Motivasi, Re-motivation, Over-motivated

  1. kalo tinjauan sy, selama ini kita terlalu bersemangat meyakini bahwa dengan segala upaya dan doa yang telah dilakukan, Tuhan akan memberiakan segala hal yang kita butuhkan. Analoginya adalah, hidup ini memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan melalui hasil kerja kita. Hidup ini seakan memanjakan kita pada saat segala keberhasilan menyertai kita. Namun hidup ini sendiri juga berusaha untuk menenggelamkan kita dan bahkan menghempaskan kita ke jurang yang paling dalam. pada kondisi ini, keyakinan yang selalu kita pegang teguh sebagai motivator akan kita pertanyakan. maka muncullah pertanyaan di mana Tuhan tetkala kita terpuruk? kenapa doa kita tidak didengar-Nya.Di sinilah Tuhan dan hidup itu sendiri menguji kita, sampai sejauh mana keteguhan kita pada keyakinan yang kita pegang. dan kita harus memutuskan: akankah hidup ini makin menghempaskan kita ataukah kita bangkit untuk melanjutkan hidup kita dengan pemahaman yang lebih baik tentang hidup ini sendiri???????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s