Why I Love Twitter These Days

Punya akun Twitter? Suka? Apa yang sudah didapat dari Twitter? Apa beda Twitter dengan FB?

Ebuset banyak bener pertanyaannya ya? Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis artikel sebagai penulis tamu di blog teman dengan judul Blog versus microblogging, disitu sempat saya tulis bahwa Twitter adalah suatu konsep microblogging, blog dalam skala mikro karena tulisan hanya dibatasi dengan 140 karakter saja (walaupun sekarang bisa lebih dengan fasilitas applikasi Twitlonger atau applikasi yang lainnya), bandingkan dengan blog konvensional ini, dimana bisa ditulis ribuan karakter tanpa batas.

Apa bedanya dengan Facebook (FB)?

Ada pernah seseorang yang ngetwit (istilah status orang di Twitter) : Facebook is where to find a friend you’ve went to school together, Twitter is where to find a friend you hope to went to school together. Kurang lebih begitulah…kalo ada salah-salah di bahasanya ya maap 😀

Jadi kalo di FB kita akan menemukan teman-teman lama yang ‘kebetulan’ bersekolah di tempat yang sama atau pernah bekerja di kantor yang sama, di Twitter kita seolah menemukan teman yang kita ‘harapkan’ bersekolah di tempat yang sama dengan kita. Kenapa? ya mungkin karena persamaan hobi, persamaan pandangan terhadap suatu masalah, kelucuannya maupun hal-hal lainnya.

Perbedaan yang lain adalah kalau di FB kita disarankan dengan sangat untuk berhubungan dengan orang-orang yang kita kenal atau paling tidak mempunya banyak teman yang sama, hal ini terkait dengan banyaknya kasus-kasus negatif berawal dari FB sedangkan di Twitter kita tidak perlu kenal apalagi berteman untuk saling berhubungan.

Kalau mau tahu lebih banyak mengenai FB dan Twitter bisa dicari di Google, karena di artikel ini saya tidak akan membahasnya secara lebih detail.

Akun Twitter saya sempat tidak aktif beberapa bulan sejak dibuat, karena kebiasaan di FB saya pikir saya hanya akan bisa berkomunikasi dengan orang-orang yang saya kenal saja, dan karena baru beberapa orang yang mempunyai akun di Twitter maka saya hanya punya beberapa teman disana maka yang terjadi adalah ‘timeline’ (= wall di FB) sepi. Setelah saya temukan bahwa salah satu idola saya Wimar Witoelar punya akun Twitter, saya coba untuk follow dia ( follow = add di FB) dari akun Wimar (@wimar) ini akhirnya saya follow beberapa orang lagi dan dari beberapa orang itu saya menemukan beberapa akun yang saya nikmati twits nya dan seterusnya dan seterusnya.

Juga ada beberapa akun yang saya unfollow, biasanya karena akun tersebut tidak aktif atau tulisannya ‘mengganggu’ saya, terkecuali untuk akun teman yang sudah saya kenal secara pribadi saya usahakan tetap saya follow walau mereka kurang aktif.

Pertimbangan yang saya pakai untuk mengikuti akun orang adalah berdasar ‘kicauannya’ (selain teman tentunya), seperti saya tulis diatas, ada yang sesuai dengan pandangan saya terhadap suatu masalah, ada yang karena twit nya lucu, ada yang karena bisa menambah pengetahuan dan ilmu. Ilmu? Benar, dan ini suatu hal yang paling menyenangkan yang bisa saya temukan di Twitter yang tidak saya temukan di FB.

Pernah dengar nama Goenawan Mohammad (@gm_gm)? Bagi yang sudah tahu saya yakin juga sudah mengetahui kapasitas beliau, beliau adalah mantan Pemred majalah Tempo. Dengan akun twitter-nya GM selalu memberi ‘kultwit‘, suatu kuliah tentang suatu topik tertentu, dengan gratis dan hampir setiap hari!! Selain itu ada @hotradero, seorang pakar ekonomi dan @komar_hidayat seorang cendikiawan muslim yang juga sering memberi kultwit.

Sering saya terheran membaca twit-twit dari akun-akun yang saya ikuti, ‘ebuset…hebat bener pengetahuan orang-orang ini ya’. Yang lebih menyenangkan adalah mereka berbagi pengetahuan dengan gratis, sukarela.

Selain itu, dengan aktif membuka Twitter saya merasa mendapat informasi lebih cepat mengenai berita dan isu-isu yang sedang berkembang, hal ini dikarenakan ada beberapa jurnalis yang saya ikuti akunnya dan hampir semua media punya akun Twitter, silakan dicari @detikcom, @temponewsroom, @kompasdotcom, @metro_tv dan masih banyak lagi.

Di Twitter ini saya sering menemukan perdebatan-perdebatan yang sehat maupun tidak, yang sehat menyenangkan untuk diikuti yang tidak sehat menyenangkan untuk di unfollow :D.

Juga saya banyak menemukan bukti-bukti kecepatan tindakan mengenai solidaritas terhadap sesama, yang baru-baru ini terjadi silakan dibaca di Bagaimana Keterhubungan di Media Sosial Mendorong Orang untuk Berbuat Kebaikan? Merinding bulu kuduk saya membacanya, diantara sekian banyak berita-berita buruk ternyata masih ada diantara kita yang berhati tulus dan segera melakukan tindakan saat diperlukan buat sesamanya.

Yang tetap menjadi pegangan saya di social media networking mana pun adalah tetap mempertahankan akal sehat, ini penting supaya tidak gampang terpengaruh dan ikut-ikutan pandangan orang lain. Sehebat apapun twit maupun orangnya tetap akan saya filter dengan akal sehat dan pendirian sendiri. Kalau cuma becandaan sih gak perlu gitu-gitu amat juga…amat aja gak begitu kok hehehe.

Tapi yang jelas sesuai dengan isi tulisan di artikel saya tadi, seberapapun menariknya Twitter, blogging tetap akan menjadi penyaluran hobi yang paling utama karena dengan blog saya bisa menulis sepuas-puasnya tanpa dibatasi. Dan Twitter bisa saya pakai untuk promosi blog, gak percaya? coba follow twitter saya…

Tulisan ini jauh dari sempurna dan kemungkinan besar masih akan terjadi edit dan penambahan di sana-sini. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, bagi yang tidak selamat makan siang :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s