I hope he will read this, someday…

Apakah anda sudah berketurunan? Kalau sudah tentu sebagai orang tua yang ‘normal’ sedikit banyak akan merasakan hal sama dengan saya. Bagi yang belum semoga dapat menjadi bahan bacaan yang ‘menyeramkan’ hehehehe… Saya hanya mencoba sedikit share tentang perasaan seorang ayah dan menjadi seorang ayah dari seorang anak laki-laki berumur 6,5 tahun yang esok lusa akan menjalani babak baru dalam hidupnya, hari pertama di SD.

Anakku, sejak menit pertama kau terlahir sudah ayah bisikkan doa dan nama Tuhan di kedua belah telingamu dengan harapan kau akan menjadi orang yang akan selalu mengingat dan menjalankan perintah Tuhanmu dan selalu menjauhi semua laranganNya. Ayah berharap kau akan mengikuti apa yang ayahmu yakini akan tetapi kelak dewasa ayah percaya kau akan mempunyai pandangan tersendiri yang akan kau yakini, maka dari itu mengertilah kenapa sejak kecil ayahmu mendidik engkau sesuai dengan apa yang ayah percaya dan yakini.

Anakku, engkau terlahir dengan segala hak yang memang menjadi hakmu sebagai manusia bebas yang adalah anugrah dari Tuhan. Maka dari itu ayah memberikan kebebasan buatmu untuk menjadi dirimu sendiri, pilihlah jalan hidupmu sendiri tanpa seorangpun yang bisa memaksamu. Maka dari itu ayah harap kau mengerti mengapa sejak kecil ayah selalu memberi tahu mana yang salah mana yang benar, mana yang boleh dan yang tidak boleh serta penjelasan-penjelasan panjang lebar mengenainya. Tujuan ayah hanyalah agar kau tidak melanggar hak orang lain pada saat kau menggunakan hak-hakmu.

Anakku, sejak hari pertama kau berada dalam perut ibumu telah diberi yang terbaik olehnya. Demikian juga setelah kau terlahir, telah diberikan yang terbaik dari ibumu untukmu. Maka dari itu ayah harap kau paham kenapa ayah selalu memarahimu bila kau tidak mendengar kata-katanya, berlaku kurang hormat kepada ibumu dan tidak mempercayai apa yang ibumu katakan.

Anakku, ayah tidak akan pernah bisa selalu mendampingimu karena suatu saat ayah akan pergi. Oleh karenanya mengertilah bila ayah mengajarmu untuk berani, berani mandi sendiri, berani minum sendiri di tengah malam, berani tidur sendiri, berani menentukan pilihan, berani mengaku salah dan berani mencoba benar.

Anakku, ketahuilah bahwa ayah akan selalu bangga akan dirimu. Maka dari itu mengertilah kenapa ayah selalu bekerja sekeras mungkin untuk dapat memberi yang terbaik untukmu, terkadang waktu ayah sangat sempit untuk menemanimu bermain karena sebagian besar waktu ayah dihabiskan untuk mencari bekal masa depanmu.

Anakku, kau muncul di dunia tanpa mencontoh siapapun. Maka dari itu percayalah bila ayah selalu membimbingmu untuk tidak meniru orang lain, berusaha mengajarmu menemukan caramu sendiri, jalan hidupmu sendiri. Karena ayah yakin kau akan selalu menjadi dirimu sendiri.

Anakku, jadilah yang terbaik. Terbaik untuk Tuhanmu, Negaramu, orang tuamu, lingkunganmu dan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Vito Dharmawan Adilla, bukan orang lain.

Semoga Tuhan Yang Maha Mendengar mengabulkan semua doa ayah untukmu, Amien.

Advertisements

One thought on “I hope he will read this, someday…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s