Hidup dan prioritas

Anggap anda baru dapat rejeki gede kira-kira apa yang pertama kali akan anda lakukan? Langsung belanja membabi buta atau mendiamkan saja uang itu di bank? Itu sih terserah dan sah-sah aja, orang duit-duit anda sendiri ya kan? Tapi kalau segala sesuatu dikerjakan dengan emosi yang meluap-luap biasanya akan timbul penyesalan dibelakang hari.

“Aduh kenapa kemarin beli tv ya? Coba beli lemari es kan bisa buat es….” Ya iyalah masak lemari es mau buat masak? Itu baru satu contoh sederhana, sebenarnya kalau anda sudah terbiasa dan disiplin dengan segala sesuatu sesuai dengan urutan prioritas yang sudah disusun tentunya langkah anda akan terarah tanpa mengurangi rasa gembira dapat rejeki nomplok. Misalnya untuk urusan belanja-belenji ini anda menentukan kalau seandainya ada uang lebih akan membeli motor untuk istri tercinta, jadi kalau cuma belanja di warung yang dekat rumah gak perlu pakai mobil. Atau membeli komputer untuk putra-putri anda sebagai sarana belajar misalnya, kalau anda disiplin memegang prioritas tersebut tentu tidak goyah oleh godaan berlibur 5 hari 5 malam di Bali atau midnight sale yang menggoda si iman untuk belanja.

Demikian juga dalam kehidupan yang lebih luas, dalam hidup anda tentu ada beberapa pilihan atau bahkan banyak pilihan sehingga pada satu titik anda harus menentukan pilihan mana yang harus anda ambil sedangkan  pilihan ini sedemikian pentingnya sehingga akan menentukan jalan hidup anda selanjutnya. Seandainya belum memiliki urutan prioritas tentu akan mempersulit pertimbangan anda untuk menentukan pilihan, beda dengan kalau sudah mempunyai patokan urutan prioritas hidup walau tidak menyelesaikan masalah secara langsung tapi sudah memberi panduan-panduan yang akan membimbing cara berpikir menilai beberapa pilihan dan diharapkan memberi jalan keluar yang paling tepat buat hidup anda. Walau kadang masih harus berkompromi dengan banyak hal setidaknya anda sudah punya pegangan dalam menentukan arah hidup anda sendiri yang tidak akan disesali di kemudian hari.

Apakah anda sudah menentukan urutan prioritas hidup anda? Keluarga atau karir ? Kebijaksanaan atau kekayaan? Ada di urutan nomer berapakah kepentingan keluarga dalam urutan prioritas anda? Lebih tinggi atau dibawah urutan pekerjaan / karir anda ? Prioritas setiap orang tentu berbeda sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Ada yang mengambil pilihan untuk menunda pernikahan atau bahkan tidak menikah karena memilih mengejar karir dulu, ada pula yang memilih tidak menikah dulu karena berprinsip belum mempunyai modal kekayaan yang cukup. Itu semua pilihan yang akan dipilih sesuai dengan urutan prioritas seseorang, dan prioritas itu tidak bisa dipaksakan.

Karena tidak bisa dipaksakan atau diatur oleh orang lain maka demikian juga dengan resiko dari prioritas tersebut harus dipahami oleh orang yang bersangkutan.

Sedikit gambaran mengenai contoh prioritas hidup yang biasanya dijawab oleh sebagian besar orang :

  1. Tuhan (Sebagai prioritas teringgi)
  2. Keluarga.
  3. Hobi.
  4. Kesehatan.
  5. Bersosialisasi.
  6. Uang.

Bagaimana dengan urutan prioritas hidup anda? Sama dengan urutan di atas atau berbeda? Silakan anda tentukan sendiri hal apa yang penting dalam hidup anda, karena ini adalah hidup anda, pilihan anda, prioritas anda tapi jangan lupa resiko anda sendiri !!

GANBATTE !!!

Advertisements

4 thoughts on “Hidup dan prioritas

  1. saya jadi ingat tentang teori sungai, bahwa sungai besar, maka dia akan mudah mendapatkan air banyak dalam sekali guyuran hujan, namun sebaliknya jika sungai tersebut itu kecil, meskipun dia mendapatkan air yang melimpah, maka air tersebut akan cepat hilang dan kembali sedikit sesuai dengan kapasitas sungainya, bukan begitu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s