Apa yang dicari…???

Ide tulisan ini berasal dari diskusi singkat dengan seorang teman baik di saluran chat, awalnya hanya senda gurau biasa kemudian mengarah salah satu topik yang dibahas dengan ringan tapi cukup seru. Apa sih yang kita inginkan dalam hidup kita sekarang ini?

Banyak!

Tentu saja, sebagai manusia normal pasti banyak keinginan-keinginan yang diusahakan tercapai atau dimiliki selama hidup. Rumah, mobil, mobil yang kedua, anak yang sukses dan sebagainya dan sebagainya. Kalau dijadikan daftar mungkin gak cukup dimuat dalam satu postingan kali :)). Dari segi material cukup dibahas sampai disitu, diskusi akhirnya mengarah ke hal yang lebih dalam…artinya lebih ke segi psikologis bukan “kedalam” yang lain. Dimulai dari satu kata: “pas”.

Kata “pas” terkesan sangat sederhana dan gampang diucapkan…tapi setelah dibahas lebih lanjut terungkap makna sebenarnya tidak sesederhana itu. Kata itu tidak punya batasan atau standar yang jelas bila menyangkut masalah “rasa”, pas menurut siapa? atau pas menurutmu itu seberapa? Tidak ada standar yang pasti…inilah relatifitas. Yang lebih susah lagi karena perasaan itu menyangkut mood atau suasana hati, pernahkah anda merasakan suatu suasana yang kemarin kita rasakan sangat nyaman, sangat enak, sangat kondusif -meminjam istilah pak polisi- tetapi besoknya suasana yang sama kita rasakan beda tingkat nyamannya dengan yang kemaren, padahal tempatnya sama, orang-orangnya juga sama demikian juga dengan hidangan (kalau ada) dihadapan kita? Kenapa itu bisa terjadi? Tanya kenapa???
Mari kita renungkan bersama apa yang menyebabkan perbedaan rasa nyaman tersebut, kenapa kemarin lusa suasananya sangat “pas” sangant nyaman tetapi kenapa hari ini jadi kurang pas ya ??? Apakah karena anda kemaren bangun pagi dengan badan bugar dan perasaan senang? Apakah kemarin anda berangkat beraktifitas dengan persiapan yang mantab? Tidak terburu-buru? Apa beda perasaan atau semangat anda kemarin dan hari ini?

Apa yang anda cari?
Yang pas-pas aja…jawab teman baik saya.
Yang pas bagaimana? saya kejar lagi.
Ya yang pas buat saya…
Maksudnya pas kita lagi sendiri ada yang nemenin? pas kita pengin sendiri orang lain memaklumi atau pas gak bawa duit ada yang nraktir? Saya coba menebak. Tertawalah dia dalam jawabannya…

Jangankan menge”pas”kan rasa nyaman kita dengan nyamannya orang lain, rasa nyaman diri sendiri saja bisa berubah kadarnya dalam hitungan menit bahkan detik. Bisa karena faktor dari luar misal seseorang yang lewat di depan kita sambil bersendawa atau -maaf- kentut…yang menyebabkan mood berubah secepat kilat. Sedangkan faktor dari dalam misalnya tiba-tiba kita ingat pembicaraan semalam dengan pasangan yang masih menyisakan masalah yang belum tuntas. Menurut saya -yang awam ilmu psikologi- sepertinya mood memegang peranan di sini.
Bagi yang sudah berumah tangga tentu merasakan kesulitan bila pasangannya memiliki standar seperti itu, sepertinya kemarin saya asyik nonton tv gak ada masalah kok sekarang dicemberutin ya? atau kemarin telat jemput 10 menit masih ada senyum manis kok sekarang baru 3 menit udah manyun ya?? Itulah teman…seperti kita juga, orang lain berhak untuk berganti mood dan perasaan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jadi kapan “pas” nya?? Ya “pas” menurut siapa?? Hahahhahaha….diskusi siang itu diakhiri dengan tertawa.

Jadi…apa yang anda cari?? Yang pas-pas saja atau yang sedang-sedang saja??

Advertisements

2 thoughts on “Apa yang dicari…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s