Hidupku Pilihanku

Hidup adalah pilihan, dari mulai bangun tidur kita sudah dihadapkan pada banyak pilihan. Mau bangun atau tidur lagi? Setelah bangun kita akan memilih lagi mau langsung mandi atau nyantai dulu, kemudian mau minum teh, kopi atau air putih. Mau kerja atau bolos, mau naik mobil, motor atau kendaraan umum, dan atau atau yang lain.
Pilihan…pilihan dan pilihan lagi, disadari atau tidak inilah yang kita hadapi setiap hari, jangan lupa bahwa kebiasaan adalah pilihan-pilihan yang selalu kita pilih sehingga kita menjadi otomatis melakukannya.
Apapun yang kita pilih dalam hidup kita akan membawa konsekuensi tertentu, berat atau ringan konsekuensi itu tentu tergantung dari sudut mana kita menyikapinya. Seandainya kerja dianggap beban, pilihan berangkat kerja tentu merupakan pilihan yang amat sulit untuk dilakukan namun harus kita lakukan, nah…apabila dalam pilihan kita sudah disusupi kata-kata harus itu sudah mengandung konsekuensi yang besar, kalau kita tidak berangkat kerja kita akan kehilangan pendapatan atau yang lebih berat terancam di PHK…pasti gak mau kan???
Sebagai makhluk Tuhan yang diberi akal budi pastinya kita bisa membedakan mana yang baik dan buruk, apakah kita akan menjadi orang baik atau jahat kita pasti menyadari pada saat memilih jalan itu. Jadi penjahat adalah pilihan demikian juga koruptor, tidak ada yang tidak kita sadari. Sering kita menyalahkan keadaan yang memaksa kita menjadi sesuatu, tetapi bukannya itu adalah pilihan kita sendiri? Kalau kemiskinan menjadi alasan untuk menjadi penjahat kenapa banyak orang yang dahulunya miskin sekarang bisa menjadi orang sukses? Kalau nasib yang disalahkan apakah kita tahu nasib kita yang akan datang??? Karena kita tidak tahu nasib kita maka dari itu kita diwajibkan untuk berusaha termasuk berusaha memilih yang terbaik untuk hidup kita, termasuk melakukan pilihan jalan hidup.

Hidupku pilihanku, apapun yang kita pilih adalah pilihan kita sendiri dengan segala resikonya.

Advertisements

2 thoughts on “Hidupku Pilihanku

  1. Sebetulnya hidup tidak hanya sekedar plihan, tetapi hidup itu adalah resiko, Kita naik motor kita mengambil resiko untuk sesuatu terburuk di jalan, bukan begitu ? diatas dituliskan bahwa kenapa ada orang yang miskin kemudian bisa menjadi sukses, mungkin dia berani mengambil resiko untuk terjun dalam sebuah bisnis, dan tentu saja, berdoa, karena toh tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Ta'ala, bukan begitu ????name/urlna mbok dibuka 😀 http://blogpenghasiluang.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s